ASUHAN
KEPERAWATAN KLIEN DENGAN PENYAKIT
SYOK
SEPTIK (ALKALOSIS RESPIRATORIK)
A.
Pengkajian
1.
Identitas
Nama
: Tn. S
Umur : 54 Tahun
2.
Riwayat penyakit dahulu : AMI dan Gagal Nafas.
3.
Riwayat
penyakit sekarang : Syok
Septik
4.
Hasil
pemeriksaan Fisik
Kesadaran
: samnolen
GCS : E4M5VEtts
Nadi
: 117 x/menit
Tekanan
Darah : 90/67 mmHg
Respiratori
Rate : 28x/menit
Suhu
: 36,7 oC
Auskultasi
: Suara Krekels,
terdapat secret dijalan nafas
Inspeksi : edema pada
ekstremitas atas dan bawa, poliuria
Palpasi
: capillary
refill > 3 detik
5.
Pemeriksaan
penunjang
AGD : PH >
7,54 (basa)
PCO2
: 34 mmHg (kurang)
PO2 : 101 mmHg (lebih)
HCO3 : 33 mmol/L
(lebih)
Analisa
Data
|
Data
|
Etiologi
|
Problem
|
|
DO:
·
AGD
: PH > 7,54
·
PCO2
: 34 mmHg
·
PO2
: 101 mmHg
·
HCO3
: 33 mmol/L
·
Kesadaran
: samnolen
·
GCS : E4M5VEtts
·
Nadi : 117 x/menit
·
TD:
90/67 mmHg
·
RR : 28 x/menit
·
S : 36,7 oC
|
Infeksi,
riwayat gagal napas
|
Gangguan
pertukaran gas
|
|
DO :
·
Auskultasi
: Suara Krekels, terdapat secret dijalan nafas
|
Adanya
sekret
|
Ketidakefektifan
bersihan jalan napas
|
B.
Diagnose Keperawatan
1. Gangguan pertukaran gas b.d
Infeksi, riwayat gagal napas
2. Ketidakefektifan bersihan jalan
napas b.d Adanya secret
INTERVENSI
1.
Gangguan
Pertukaran Gas (Gas Exchange Impired)
Domain
3: eliminasi dan pertukaran
Kelas 4:
fungsi pernapasan
DEFINISI:
kelebihan
atau deficit pada oksigenasi dan atau eliminasi karbon dioksida pada membrane
alveolar-kapiler
BATASAN
KARAKTERISTIK
- PH
darah arteri abnormal
- PH
arteri abnormal
- Pernapasan
abnormal (mis., kecepatan, irama, kedalaman)
- Warna kulit abnormal (mis., pucat,
kehitaman)
- Konfusi
- Sianosis (pada neonates saja)
- Penurunan karbon dioksida
- Gangguan penglihatan
|
- Diaphoresis
- Dispnea
- Sakit kepala saat bangun
- Hiperkapnea
- Hipoksemia
- Hipoksia
- Iritabilitas
- Napas cuping hidung
- Gelisah
|
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN
- Perubahan
membrane alveolar-kapiler
- Ventilasi-perfusi
-
CONTOH
NURSING CARE PLAN
|
TUJUAN
DAN KRITERIA HASIL
|
INTERVENSI
|
RASIONAL
|
|
Setelah
diberikan asuhan keperawatan 1×12 jam, diharapkan kerusakan pertukaran gas
teratasi, dengan kriteria hasil:
NOC :
Respiratory status: Airway patency
- Klien mampu mengeluarkan secret
- RR klien normal 16-20 x/menit
- Irama pernapasan teratur
- Kedalaman inspirasi normal
- Oksigenasi pasien adekuat
Respiratory
Status : Gas Exchange
- AGD dalam batas normal skala 5 (no
deviation from normal range).
- Tanda-tanda sianosis mencapai skala 5
(none)
- Klien tidak mengalami somnolen mencapai
skala 5 (none).
Tissue
Perfusion : Peripheral
- Capitary refill pada jari-jari dalam
rentang normal mencapai skala 5 (no deviation from normal range)
|
NIC :
Airway Management
- Posisikan pasien untuk memaksimalkan
ventilasi udara
- Lakukan terapi fisik dada, sesuai
kebutuhan
- Berikan treatment aerosol, sesuai
kebutuhan
- Berikan terapi oksigen, sesuai
keebutuhan
- Regulasi intake cairan untuk mencapai
keseimbangan cairan
- Monitor status respiratory dan
oksigenasi
Respiratory
Monitoring
- Monitor frekuensi, ritme, kedalaman
pernapasan.
- Monitor adanya suara abnormal/noisy pada
pernapasan seperti snoring atau crowing.
- Kaji keperluan suctioning dengan
melakukan auskultasi untuk mendeteksi adanya crackles dan rhonchi di
sepanjang jalan napas.
Vital
Signs Monitoring
- Monitor tekanan darah, nadi,
temperature, dan status respirasi, sesuai kebutuhan.
- Monitor respiration rate dan ritme
(kedalaman dan simetris)
- Monitor suara paru
- Monitor adanya abnormal status respirasi
(cheyne stokes, apnea, kussmaul)
Managemen
Asam-Basa
- Pertahankan kepatenan jalan napas.
- Pantau gas darah arteri (AGD), serum dan
tingkat elektrolit urine.
- Monitor hilangnya asam (misalnya muntah,
output nasogastrik, diare dan diuresis).
- Berikan posisi untuk memfasilitasi
ventilasi yang memadai (misalnya membuka jalan napas dan mengangkat
kepala tempat tidur)
- Pantau gejala gagal pernafasan (misalnya
PaO2 rendah, PaCO2 tinggi dan kelelahan otot pernafasan).
- Pantau pola pernapasan.
- Berikan terapi oksigen, jika perlu.
|
Airway
Management
- Melancarkan pernapasan klien
- Merilekskan dada untuk memperlancar
pernapasan klien
- Memperlancar saluran pernapasan
- Memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh
- Menyeimbangkan
cairan dalam tubuh
- Mengetahui
status respirasi klien lncar ataukah ada gangguan
Respiratory
monitoring
- Untuk mendeteksi ada nya gangguan
pernapasan
- Untuk mendeteksi ada nya gangguan pernapasan
- Memperlancar saluran pernapasan
Vital
Signs Monitoring
- Mendeteksi adanya gangguan respirasi dan
kardiovaskuler
- Mengecek adanya gangguan pernapasan
- Mendeteksi adanya keabnormalan suara
paru
- Mendeteksi adanya gangguan system tubuh
Managemen
Asam-Basa
- Untuk membuat klien agar bernafas dengan
baik tanpa adanya gangguan.
- Untuk mengetahui tekanan gas darah (O2
dan CO2) sehingga kondisi pasien tetap dapat dipantau.
- Agar klien tidak mengalami alkalosis
akibat kekurangan asam yang berlebihan dari tubuh.
- Posisi yang tepat menyebabkan
berkurangnya tekanan diafragma ke atas sehingga ekspresi paru maksimal
sehingga klien dapat bernafas dengan leluasa.
- Agar perawat cepat mengetahui jika
terjadinya gagal nafas sehingga tidak membuat kondisi klien menjadi semakin
buruk.
- Sebagai indikator adanya gangguan nafas
dan indikator dalam tindakan selanjutnya.
- Untuk mempelancar pernafasan klien dan
memenuhi kebutuhan oksigen klien.
|
2.
Ketidakefektifan
Bersihan Jalan Napas (Ineffective Airway Clearance)
Domain :
keamanan/perlindungan
Kelas 2
: cedera fisik
DEFINISI:
ketidakmampuan
untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk
mempertahankan bersihan jalan
BATASAN
KARAKTERISTIK
- Tidak ada batuk
- Suara
napas tambahan
- Perubahan
frekuensi napas
- Sianosis
- Perubahan
irama napas
- Kesulitan berbicara/mengeluarkan suara
|
- Pernurunn bunyi napas
- Dispnea
- Sputum
dalam jumlah yang berlebihan
- Batuk
yang tidak efektif
- Ortopnea
- Gelisah
- Mata terbuka lebar
|
FAKTOR
YANG BERHUBUNGAN
|
Lingkungan
- Perokok pasif
- Menghisap asap rokok
- Merokok
Obstruksi jalan napas
- Spasme jalan napas
- Mukus
dalam jumlah berlebihan
- Eksudat dalam alveoli
- Materi
asing dalam jalan napas
- Adanya
jalan napas buatan
- Sekresi yang tertahan/sisa sekresi
- Sekresi dalam bronki
|
Fisiologis
- Jalan
napas alergik
- Asma
- Penyakit paru obstruksi kronis
- Hiperplasia dinding bronkial
- Infeksi
- Disfungsi neuromuskular
|
CONTOH
NURSING CARE PLAN
|
Tujuan Dan Kriteria Hasil
|
Intervensi
|
Rasional
|
|
Setelah
diberikan askep selama 5x 24 jam, diharapkan bersihan jalan nafas klien
kembali efektif dengan kriteria hasil:
NOC
Label >> Respiratory status: airway patency
- Frekuensi pernapasan dalam batas normal
(16-20x/mnt)
- Irama pernapasn normal
- Kedalaman pernapasan normal
- Klien mampu mengeluarkan sputum secara
efektif
- Tidak ada akumulasi sputum
|
NIC
Label >> Respiratory monitoring
- Pantau rate, irama, kedalaman, dan usaha
respirasi
- Perhatikan gerakan dada, amati simetris,
penggunaan otot aksesori, retraksi otot supraclavicular dan interkostal
- Monitor suara napas tambahan
- Monitor pola napas : bradypnea,
tachypnea, hyperventilasi, napas kussmaul, napas cheyne-stokes, apnea,
napas biot’s dan pola ataxic
NIC
Label >> Airway Management
- Auskultasi bunyi nafas tambahan; ronchi,
wheezing.
- Berikan posisi yang nyaman untuk
mengurangi dispnea.
- Bersihkan sekret dari mulut dan trakea;
lakukan penghisapan sesuai keperluan.
- Anjurkan asupan cairan adekuat.
- Ajarkan batuk efektif
- Kolaborasi pemberian oksigen
- Kolaborasi pemberian broncodilator
sesuai indikasi.
NIC
Label >> Airway suctioning
- Putuskan kapan dibutuhkan oral dan/atau
trakea suction
- Auskultasi sura nafas sebelum dan
sesudah suction
- Informasikan kepada keluarga mengenai
tindakan suction
- Gunakan universal precaution, sarung
tangan, goggle, masker sesuai kebutuhan
- Gunakan aliran rendah untuk
menghilangkan sekret (80-100 mmHg pada dewasa)
- Monitor status oksigen pasien (SaO2 dan
SvO2) dan status hemodinamik (MAP dan irama jantung) sebelum, saat, dan
setelah suction
|
NOC: Respiratory
monitoring
- Mengetahui tingkat gangguan yang terjadi
dan membantu dalam menetukan intervensi yang akan diberikan.
- menunjukkan keparahan dari gangguan
respirasi yang terjadi dan menetukan intervensi yang akan diberikan
- suara napas tambahan dapat menjadi
indikator gangguan kepatenan jalan napas yang tentunya akan berpengaruh
terhadap kecukupan pertukaran udara.
- mengetahui permasalahan jalan napas yang
dialami dan keefektifan pola napas klien untuk memenuhi kebutuhan
oksigen tubuh.
NOC: Airway
Management
- Adanya bunyi ronchi menandakan terdapat
penumpukan sekret atau sekret berlebih di jalan nafas.
- posisi memaksimalkan ekspansi paru dan
menurunkan upaya pernapasan. Ventilasi maksimal membuka area atelektasis
dan meningkatkan gerakan sekret ke jalan nafas besar untuk dikeluarkan.
- Mencegah obstruksi atau aspirasi. Penghisapan
dapat diperlukan bia klien tak mampu mengeluarkan sekret sendiri.
- Mengoptimalkan keseimbangan cairan dan
membantu mengencerkan sekret sehingga mudah dikeluarkan
- Fisioterapi dada/ back massage dapat
membantu menjatuhkan secret yang ada dijalan nafas.
- Meringankan kerja paru untuk memenuhi
kebutuhan oksigen serta memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh.
- Broncodilator meningkatkan ukuran lumen
percabangan trakeobronkial sehingga menurunkan tahanan terhadap aliran
udara.
NOC:
Airway suctioning
- waktu tindakan suction yang tepat
membantu melapangan jalan nafas pasien
- Mengetahui adanya suara nafas tambahan
dan kefektifan jalan nafas untuk memenuhi O2 pasien
- memberikan pemahaman kepada keluarga
mengenai indikasi kenapa dilakukan tindakan suction
- untuk melindungai tenaga kesehatan dan
pasien dari penyebaran infeksi dan memberikan pasien safety
- aliran tinggi bisa mencederai jalan
nafas
- Mengetahui adanya perubahan nilai SaO2
dan satus hemodinamik, jika terjadi perburukan suction bisa dihentikan.
|
Komentar
Posting Komentar